Supply Chain Management (SCM) menurut Oliver & Weber pada tahun (1982) serta Lambert et al. (1998) adalah jaringan fisik dari perusahaan yang terlibat dalam memasok bahan baku, memproduksi barang, dan pengiriman barang sampai ke pemakai akhir.
Supply Chain Management (SCM) adalah perencanaan dan pengelolaan semua aktivitas logistik dari hulu ke hilir dengan melewati 3 aliran untuk meningkatkan kinerja jangka panjang dalam penawaran dan permintaan melalui semangat kolaborasi yang terintegrasi. Aliran tersebut diantaranya :
Menurut Pujawan (2010) mengacu pada perusahaan manufaktur kegiatan utama dalam SCM

Menurut I Nyoman Pujawan (2017) tahapan SCM meliputi : Plan, Source, Make, Delivery, Return
| Fase | Pengertian |
|---|---|
| Plan (Perencanaan) | Proses yang menyeimbangkan permintaan dan pasokan. Ini mencakup estimasi kebutuhan distribusi, perencanaan dan pengendalian persediaan, perencanaan produksi, material, kapasitas, serta penyesuaian rencana rantai pasokan dengan rencana keuangan. |
| Source (Pengadaan) | Tahapan pengadaan barang atau jasa untuk memenuhi permintaan. Proses ini meliputi penjadwalan pengiriman dari pemasok, penerimaan, pemeriksaan, dan otorisasi pembayaran untuk barang yang dikirim, pemilihan dan evaluasi kinerja pemasok. |
| Make (Produksi) | Mengubah bahan baku menjadi produk yang diinginkan. Proses ini mencakup penjadwalan produksi, pelaksanaan produksi, pengujian kualitas, pengelolaan barang setengah jadi, dan pemeliharaan fasilitas produksi. |
| Delivery (Pengiriman) | Ini mencakup penanganan pesanan pelanggan, pemilihan perusahaan jasa pengiriman, pengelolaan pergudangan produk jadi, dan pengiriman tagihan ke pelanggan. |
| Return (pengembalian) | Kegiatan ini meliputi identifikasi kondisi produk, permintaan otorisasi pengembalian,penjadwalan pengembalian, dan pelaksanaan pengembalian. |